Jakarta, KompasOtomotif – Datsun memulai petualangannya lagi di Indonesia dengan menghadirkan dua model sekaligus, yaitu Go (seperti yang diluncurkan di India) dan Go+ (Plus) sebagai MPV tujuh penumpang. Keduanya akan bermain di ranah LCGC, dengan harga, tidak lebih Rp 100 juta. Meski demikian, Carlos Ghosn, Presiden & CEO Nissan Motor Co Ltd menegaskan, kualitas yang disuguhkan sesuai standar Nissan.
Akses Luas
Optimisme Nissan dan Datsun cukup tinggi dengan Go+. Dengan harga terjangkau, diyakini segmen pasar MPV akan berubah dancenderung menciptakan ranah baru. ”Kembalinya Datsun di Indonesia, akan mengubah makna mobilitas dan memberikan akses lebih luas terhadap kebanggaan dan kesempatan memiliki mobil,” jelas Ghosn dalam World Premiere Datsun Go+ di Gandaria City, Jakarta Selatan, (17/9/2013).
Mewarisi garis desain Go yang dipanjangkan dengan konfigurasi tempat duduk 5+2, garis bodinya mengandung siluet dinamis dengan garis bahu kokoh. Menurut Koji Nagano, Executive Design Director Nissan, tantangan mendesain MPV ini adalah menyajikan konsistensi citra merek dengan target sebagai kendaraan yang diterima dengan mudah oleh konsumen.
”Pertama, keluarga Go didesain sesuai prioritas. Misalnya, kabin luas. Kedua proporsi dimensi yang seimbang, hingga fitur kenyamanan di dalam kabin. Kami harus membuat mobil ini tetap bergengsi,” ujarnya dalam konferensi pers.
Dimensi Subkompak
Dikatakan, bobotnya ringan mendukung mesin 1.200cc dengan transmisi manual lima percepatan. Mesin ini dirancang efisiensi bahan bakar optimal dan akselerasi responsif, sekaligus lincah di kemacetan. Dimensi: panjangnya 3.995 mm, lebar 1.653mm, tinggi 1.485mm, serta jarak sumbu roda 2.450mm.
Belum ada spesifikasi tambahan yang diberikan Datsun saat ini. Saat diperkenalkan kedua mobil belum bisa didekati dan difoto lebih detail. Namun, KompasOtomotif mendapat kesempatan melihat dari dekat unit yang masih protitipe. Secara kasat mata, desain jok lebih modern, model bucket dengan sandaran kepala terintergrasi.
Seperti Datsun Go yang diperkenalkan di India, hanya berbeda padsa jumlah deretan jok belakang. KompasOtomotif mengamati, jarak jok baris ketiga atau paling belakang sangat dekat dengan kaca.
Rem Tangan
Rem tangan menggunakan model tarikan di bawah setir mirip gaya mobil-mobil jadul. ”Rem tangan dibuat seperti ini bukan karena pertimbangan biaya. Di mana saja rem tangan diletakkan, biaya produksinya sama saja. Kami cuma ingin memberi ruang lebih di konsol dengan menempatkan rem tangan dekat setir,” urai Nagano kepada KompasOtomotif.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Mobil Murah Datsun
Editor : Zulkifli BJ
Sumber : http://otomotif.kompas.com








1 komentar:
terima kasih atas informasinya..
kunjungi juga website kami mobil murah toyota
sukses selalu
Posting Komentar